RS Bhayangkara
Nganjuk

Musim Hujan Tiba, Waspada Demam Berdarah: Kenali Fase Kritis dan Tanda Bahayanya

Tim RS Bhayangkara13 Oktober 2026

Apa Itu Demam Berdarah?

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah infeksi virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, dan kadang juga Aedes albopictus. Nyamuk ini mudah dikenali dari tubuhnya yang hitam dengan belang putih di badan dan kaki.

Beberapa hal yang perlu diketahui tentang nyamuk Aedes:

  • Aktif menggigit pada pagi hingga sore hari

  • Berkembang biak di air jernih yang tergenang, bukan di got atau air kotor

  • Suka bersembunyi di tempat gelap dan lembap, seperti di balik pakaian yang digantung

Gejala biasanya muncul 4–10 hari setelah seseorang digigit nyamuk yang membawa virus.

Mengapa Kasus DBD Naik di Musim Hujan?

Saat musim hujan, air mudah tertampung di banyak tempat: ban bekas, kaleng, pot bunga, talang air, vas, dispenser, hingga tempat minum hewan peliharaan. Genangan air jernih ini menjadi tempat nyamuk bertelur. Dalam sekitar satu minggu, telur bisa berkembang menjadi nyamuk dewasa yang siap menggigit.

Gejala Demam Berdarah

  • Demam tinggi mendadak, bisa mencapai 39–40°C

  • Sakit kepala hebat dan nyeri di belakang mata

  • Nyeri otot, sendi, dan tulang

  • Mual, muntah, dan tidak nafsu makan

  • Muncul bintik-bintik merah di kulit

  • Badan sangat lemas

Kenali 3 Fase Demam Berdarah

Hal terpenting tentang DBD adalah memahami perjalanan penyakitnya, yang sering digambarkan seperti pelana kuda.

1. Fase demam (hari ke-1 sampai ke-3)

Demam tinggi mendadak disertai gejala di atas. Penderita perlu banyak minum karena demam tinggi membuat tubuh kehilangan cairan.

2. Fase kritis (sekitar hari ke-3 sampai ke-5, berlangsung 24–48 jam)

Pada fase ini demam mulai turun, sehingga penderita dan keluarga sering mengira sudah sembuh. Padahal pada fase inilah terjadi kebocoran plasma, yaitu cairan darah merembes keluar dari pembuluh darah. Bila tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa menyebabkan syok (Dengue Shock Syndrome) yang mengancam nyawa.

3. Fase pemulihan (setelah fase kritis)

Cairan kembali ke pembuluh darah, nafsu makan membaik, trombosit naik kembali, dan kadang muncul ruam kemerahan disertai gatal.

Ingat: demam turun belum tentu sembuh. Tetap pantau kondisi penderita dengan saksama, terutama pada hari ke-3 sampai ke-5.

Tanda Bahaya: Segera ke IGD!

Segera bawa penderita ke rumah sakit bila muncul salah satu tanda berikut:

  • Nyeri perut hebat dan terus-menerus

  • Muntah terus-menerus sehingga tidak bisa minum

  • Perdarahan: mimisan, gusi berdarah, muntah atau BAB berwarna hitam atau merah

  • Penderita tampak sangat lemas, gelisah, atau mengantuk dan sulit dibangunkan

  • Tangan dan kaki terasa dingin dan lembap

  • Jarang buang air kecil (tidak BAK selama 4–6 jam)

  • Sesak napas

  • Pada anak: rewel terus, tidak mau minum, atau tampak lunglai

Bagaimana DBD Didiagnosis?

Dokter akan menilai gejala dan melakukan pemeriksaan darah, antara lain:

  • Tes antigen NS1, yang dapat mendeteksi virus dengue sejak hari pertama hingga ketiga demam

  • Pemeriksaan darah lengkap, untuk memantau jumlah trombosit dan nilai hematokrit (kekentalan darah)

Pemeriksaan darah biasanya diulang secara berkala karena kondisi penderita DBD bisa berubah cepat.

Perawatan Demam Berdarah

Sampai saat ini belum ada obat antivirus khusus untuk dengue. Perawatan berfokus pada menjaga kecukupan cairan tubuh dan mengatasi gejala:

  • Minum banyak cairan: air putih, oralit, jus buah, susu, atau sup

  • Istirahat total

  • Untuk menurunkan demam, gunakan parasetamol sesuai dosis anjuran dokter

  • Hindari obat ibuprofen, aspirin, dan obat antinyeri sejenisnya, karena dapat meningkatkan risiko perdarahan

  • Kompres hangat untuk membantu menurunkan suhu

  • Jus jambu biji atau daun pepaya boleh dikonsumsi sebagai tambahan asupan cairan dan nutrisi, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan dan perawatan medis.

Penderita dengan tanda bahaya, anak kecil, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis umumnya perlu dirawat di rumah sakit agar pemberian cairan dan kondisinya dapat dipantau ketat.

Cegah DBD dengan 3M Plus

Cara paling efektif mencegah DBD adalah memberantas sarang nyamuk.

3M:

  1. Menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, ember, vas bunga, dan tempat minum hewan, minimal seminggu sekali sambil menyikat dindingnya agar telur nyamuk ikut terbuang

  2. Menutup rapat tempat penampungan air, seperti tandon, gentong, dan drum

  3. Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang bisa menampung air, seperti ban, botol, dan kaleng

Plus:

  • Menaburkan bubuk larvasida (abate) di tempat penampungan air yang sulit dikuras

  • Memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau bak penampungan

  • Memakai lotion antinyamuk, terutama pada pagi dan sore hari

  • Memasang kelambu dan kawat kasa di ventilasi rumah

  • Tidak menggantung pakaian di dalam rumah

  • Membersihkan talang air dan saluran yang tersumbat

  • Menanam tanaman pengusir nyamuk, seperti serai dan lavender

  • Menerapkan gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, yaitu satu anggota keluarga bertugas memantau jentik di rumah setiap minggu

Vaksin dengue kini juga sudah tersedia di Indonesia sebagai perlindungan tambahan. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah Anda atau keluarga cocok mendapatkannya. Vaksin tidak menggantikan 3M Plus, karena pemberantasan sarang nyamuk tetap menjadi kunci utama.

Demam berdarah bisa menyerang siapa saja, terutama di musim hujan. Kunci keselamatan penderita adalah mengenali fase kritis dan tanda bahaya, serta segera berobat. Jangan lengah saat demam mulai turun, cukupi kebutuhan cairan, dan hindari obat yang dapat memicu perdarahan. Yang paling penting, cegah DBD bersama-sama dengan rutin melakukan 3M Plus di rumah dan lingkungan sekitar.

Ditulis oleh:Tim RS Bhayangkara
Semua Artikel