RS Bhayangkara
Nganjuk

Kenali Hipertensi, Si Pembunuh Senyap: Gejala, Bahaya, dan Cara Mengendalikannya

Tim RS Bhayangkara13 Oktober 2026

Apa Itu Hipertensi?

Tekanan darah adalah kekuatan aliran darah yang mendorong dinding pembuluh darah saat jantung memompa. Hasil pengukurannya ditulis dalam dua angka, misalnya 120/80 mmHg:

  • Angka atas (sistolik): tekanan saat jantung memompa darah.

  • Angka bawah (diastolik): tekanan saat jantung beristirahat di antara dua denyutan.

Seseorang disebut mengalami hipertensi bila hasil pengukuran berulang menunjukkan tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih. Ciri-ciri seseorang mengalami Hipertensi:

  • Normal: Sistolik < 120 (mmHg) dan Diastolik < 80 (mmHg)

  • Normal-Tinggi (Pra-Hipertensi): Sistolik 120-139 (mmHg) dan Diastolik 80-89 (mmHg)

  • Hipertensi derajat 1: Sistolik 140-159 (mmHg) dan (Diastolik 90-99 mmHg)

  • Hipertensi derajat 2: Sistolik 160 atau lebih (mmHg) dan Diastolik 100 atau lebih (mmHg)

Mengapa Disebut “Pembunuh Senyap”?

Kebanyakan penderita hipertensi tidak merasakan keluhan apa pun. Mereka merasa sehat dan baru tahu tekanan darahnya tinggi saat diperiksa, atau bahkan setelah terjadi komplikasi seperti stroke. Karena itu, satu-satunya cara memastikan tekanan darah Anda normal adalah dengan mengukurnya secara rutin.

Siapa yang Berisiko?

Ada faktor risiko yang tidak bisa diubah:

  • Usia yang bertambah, terutama di atas 40 tahun

  • Riwayat hipertensi dalam keluarga

  • Jenis kelamin: lebih sering pada pria usia muda dan wanita setelah menopause

Ada juga faktor risiko yang bisa diubah:

  • Terlalu banyak konsumsi garam, makanan asin, dan makanan olahan

  • Kelebihan berat badan atau obesitas

  • Kurang aktivitas fisik

  • Merokok dan konsumsi alkohol

  • Stres berkepanjangan dan kurang tidur

  • Penyakit lain seperti diabetes dan penyakit ginjal

Gejala yang Mungkin Muncul

Bila muncul, gejala hipertensi biasanya tidak khas, antara lain:

  • Sakit kepala, terutama di bagian belakang kepala

  • Tengkuk terasa berat atau kaku

  • Pusing atau vertigo

  • Jantung berdebar

  • Mudah lelah

  • Penglihatan kabur

  • Telinga berdenging

Gejala ini bisa juga disebabkan kondisi lain. Jadi, jangan menebak-nebak tekanan darah dari keluhan saja, tetapi periksakan dengan alat ukur tensi.

Bahaya Hipertensi yang Tidak Terkontrol

Tekanan darah tinggi yang dibiarkan bertahun-tahun akan merusak pembuluh darah dan organ tubuh, sehingga dapat menyebabkan:

  • Stroke: pecah atau tersumbatnya pembuluh darah di otak

  • Penyakit jantung koroner dan serangan jantung

  • Gagal jantung

  • Gagal ginjal yang bisa berujung pada cuci darah

  • Gangguan penglihatan akibat kerusakan pembuluh darah di mata

Kapan Harus Segera ke IGD?

Segera ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) bila tekanan darah 180/120 mmHg atau lebih, apalagi bila disertai:

  • Nyeri dada hebat

  • Sesak napas

  • Sakit kepala sangat berat yang muncul tiba-tiba

  • Penglihatan kabur mendadak

  • Gejala stroke: wajah mencong, lengan atau tungkai lemah sesisi, bicara pelo, atau tiba-tiba sulit berbicara

Ingat slogan SeGeRa ke RS: Senyum tidak simetris, Gerak separuh anggota tubuh melemah, Ricara pelo, Kebas atau baal, Rabun mendadak, Sakit kepala hebat. Setiap menit sangat berharga untuk menyelamatkan sel otak.

Bagaimana Cara Mengendalikan Hipertensi?

1. Patuh minum obat

Bila dokter meresepkan obat antihipertensi, minumlah setiap hari sesuai anjuran, walaupun sudah merasa sehat. Jangan berhenti atau mengurangi dosis sendiri, karena tekanan darah bisa naik kembali secara tiba-tiba. Hipertensi umumnya perlu dikendalikan seumur hidup, bukan disembuhkan dalam sekali minum obat.

2. Batasi garam

Konsumsi garam sebaiknya tidak lebih dari 1 sendok teh (sekitar 5 gram) per hari. Kurangi makanan asin seperti ikan asin, kerupuk, mi instan, makanan kaleng, dan saus kemasan.

3. Perbanyak sayur dan buah

Pilih makanan dengan gizi seimbang, kaya sayur, buah, dan biji-bijian, serta batasi gorengan dan lemak jenuh.

4. Rutin bergerak

Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, 5 hari seminggu, seperti jalan cepat, bersepeda, atau senam.

5. Jaga berat badan ideal


Penurunan berat badan, meskipun sedikit, sudah membantu menurunkan tekanan darah.

6. Berhenti merokok dan hindari alkohol

7. Kelola stres dan tidur cukup


Usahakan tidur 7–8 jam per malam dan luangkan waktu untuk relaksasi.

Ingat Pesan CERDIK dan PATUH

Kementerian Kesehatan merumuskan dua pesan mudah diingat:

CERDIK untuk mencegah hipertensi:

  • Cek kesehatan secara berkala

  • Enyahkan asap rokok

  • Rajin aktivitas fisik

  • Diet sehat dengan kalori seimbang

  • Istirahat cukup

  • Kelola stres

PATUH bagi yang sudah menderita hipertensi:

  • Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter

  • Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur

  • Tetap diet dengan gizi seimbang

  • Upayakan aktivitas fisik dengan aman

  • Hindari asap rokok, alkohol, dan zat karsinogenik

Hipertensi bisa dialami siapa saja, sering tanpa gejala, dan dapat berujung pada komplikasi serius. Kabar baiknya, hipertensi bisa dicegah dan dikendalikan. Ukur tekanan darah secara rutin minimal setahun sekali (lebih sering bila berisiko), terapkan gaya hidup sehat, dan patuhi pengobatan dari dokter.

Ditulis oleh:Tim RS Bhayangkara
Semua Artikel